DEWAAMOER STUDIODIGITAL Jl pramuka NO 14 (toko pak santo) KEMILING BANDAR LAMPUNG tEL 081379730011, 0721271545
Abses Kepala & Leher DEFINISI
Abses Kepala & Leher DEFINISI
Abses sering timbul di kepala dan leher, terutama di belakang tenggorokan dan di dalam kelenjar liur pipi (kelenjar parotis).
Abses juga bisa ditemukan di dalam otak.
Abses di belakang dan di samping tenggorokan (abses faringomaksiler) biasanya terjadi akibat infeksi tenggorokan (termasuk infeksi amandel atau adenoid).
Abses tenggorokan lebih sering ditemukan pada anak-anak.
Abses juga bisa terbentuk di dalam kelenjar getah bening yang terletak di samping tenggorokan (abses parafaringeal).
Abses ini biasanya berasal dari infeksi di sekitarnya (misalnya abses gigi atau infeksi kelenjar liur). Penderita merasakan demam dan nyeri tenggorokan, mengalami kesulitan dalam membuka mulutnya.
Penyebaran infeksi bisa menyebabkan pembengkakan leher.
Jika abses menyebabkan kerusakan pada arteri karotis di leher, maka bisa terjadi pembekuan darah atau perdarahan hebat.
Abses juga bisa terjadi di saluran keluar dari salah satu kelenjar parotis.
Abses ini terjadi akibat penyebaran infeksi dari mulut dan sering ditemukan pada usia lanjut atau penderita penyakit menahun yang mengalami kekeringan di mulutnya akibat rendahnya asupan cairan atau akibat obat-obatan tertentu (misalnya antihistamin).
Penderita merasakan nyeri, demam dan menggigil, disertai pembengkakan leher.
Abses sering timbul di kepala dan leher, terutama di belakang tenggorokan dan di dalam kelenjar liur pipi (kelenjar parotis).
Abses juga bisa ditemukan di dalam otak.
Abses di belakang dan di samping tenggorokan (abses faringomaksiler) biasanya terjadi akibat infeksi tenggorokan (termasuk infeksi amandel atau adenoid).
Abses tenggorokan lebih sering ditemukan pada anak-anak.
Abses juga bisa terbentuk di dalam kelenjar getah bening yang terletak di samping tenggorokan (abses parafaringeal).
Abses ini biasanya berasal dari infeksi di sekitarnya (misalnya abses gigi atau infeksi kelenjar liur). Penderita merasakan demam dan nyeri tenggorokan, mengalami kesulitan dalam membuka mulutnya.
Penyebaran infeksi bisa menyebabkan pembengkakan leher.
Jika abses menyebabkan kerusakan pada arteri karotis di leher, maka bisa terjadi pembekuan darah atau perdarahan hebat.
Abses juga bisa terjadi di saluran keluar dari salah satu kelenjar parotis.
Abses ini terjadi akibat penyebaran infeksi dari mulut dan sering ditemukan pada usia lanjut atau penderita penyakit menahun yang mengalami kekeringan di mulutnya akibat rendahnya asupan cairan atau akibat obat-obatan tertentu (misalnya antihistamin).
Penderita merasakan nyeri, demam dan menggigil, disertai pembengkakan leher.
Spektrofotometri UV_Vis
Spektrofotometri UV_Vis adalah suatu metode analisis
instrumentalyang berdasarkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi.
Radiasi elektromagnetik adalah sinar dengan panjang gelombang UV_Vis
sedangkanmaterinya adalah molekul atau senyawa kimia. Bila radiasi pada
daerah panjang gelombang UV_Vis melewati suatu molekul dengan energi
yangcukup, maka energi tersebut akan diserap dan di dalam molekul terjadi
transisielektromagnetik sehingga molekul akan tereksitasi (Sastrohamidjojo,
2001).1. Aspek analisis
kuantitatif Suatu senyawa kompleks bila dilewati sinar dengan panjanggelombang
tertentu akan tampak berwarna, hal ini terjadi karena sebagiansinar diserap dan
sebagian lagi diteruskan. Warna yang tampak dapatterjadi karena sebagian energi
digunakan untuk mentransmisikan elektrondari suatu orbital ke orbital yang lain
yang energinya lebih tinggi,sehingga muncul warna spesifik. Semua molekul dapat
menyerap radiasidalam daerah UV-Vis karena mereka mengandung elektron, baik sekutumaupun
menyendiri, yang dapat dieksitasikan ke tingkat energi yang lebihtinggi.
Panjang gelombang dimana absorpsi terjadi, tergantung pada kuatelektron itu
terikat dalam molekul itu. Elektron dalam suatu ikatankovalen tunggal akan
terikat dengan kuat, dan diperlukan radiasi berenergitinggi atau panjang
gelombang pendek, untuk eksitasinya. Jika suatumolekul mengandung sebuah
elektron seperti klor yang mempunyai pasangan elektron menyendiri, sebuah
elektron tak terikat kuat (nonbonding)dapat dieksitasikan ke tingkat energi yang
lebih tinggi. Karenaelektron non bonding tak terikat kuat seperti elektron
bonding sigma,maka absorpsinya terjadi pada panjang gelombang yang lebih
panjang(Tarigan, 1986).
Vibrasi Bengkokan (Bending)
a.
Vibrasi Bengkokan (Bending)
Jika sistim tiga atom merupakan bagian dari sebuah molekul yang lebih
besar, maka dapat menimbulkan vibrasi bengkokan atau vibrasi deformasi yang
mempengaruhi osilasi atom atau molekul secara keseluruhan. Vibrasi bengkokan
ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu :
1.
Vibrasi Goyangan (Rocking), unit struktur
bergerak mengayun asimetri tetapi masih dalam bidang datar.
2.
Vibrasi Guntingan (Scissoring), unit struktur
bergerak mengayun simetri dan masih dalam bidang datar.
3.
Vibrasi Kibasan (Wagging), unit struktur
bergerak mengibas keluar dari bidang datar.
b.
Vibrasi Pelintiran (Twisting)
Unit struktur berputar mengelilingi ikatan yang
menghubungkan dengan molekul induk dan berada di dalam bidaJenis Vibrasi Molekul
Ada dua jenis vibrasi yaitu:
1.
Vibrasi ulur (Stretching Vibration), yaitu vibrasi yang
mengakibatkan perubahan panjang ikatan suatu ikatan
2.
Vibrasi tekuk (Bending Vibrations), yaitu vibrasi yang
mengakibatkan perubahan sudut ikatan antara dua ikatan
Vibrasi tekuk itu sendiri dibagi lagi
menjadi empat:
1.
Scissoring
2.
Rocking
3.
Wagging
4.
Twisting
Symmetrical
stretching |
Antisymmetrical
stretching |
Scissoring
|
Rocking
|
Wagging
|
Jumlah jenis vibrasi normal, diperlukan 3
koordinat untuk menentukan satu posisi dalam ruang. Untuk N titik (atau N atom)
dihasilkan 3N derajat
kebebasan. Pergerakan molekul melibatkan : translasi, rotasi,
dan vibrasi. Vibrasi untuk Molekul tak linier adalah
1.
Perlu 3 derajat
kebebasan untuk translasi
2.
Perlu 3 derajat
kebebasan untuk rotasi
Jadi tersisa
(3N – 6) kemungkinan jenis vibrasi
Vibrasi untuk
Molekul linier
1.
Perlu 3 derajat kebebasan untuk translasi
2.
Perlu 2 derajat kebebasan untuk rotasi (rotasi pada
sumbu ikatan tak mungkin)
Jadi tersisa
(3N – 5) kemungkinan jenis vibrasi
Contoh :
Tentukan vibrasi untuk molekul CO2 Jawab karena CO2
termasuk molekul linier maka vibrasi molekul CO2 adalah 3 (3)- 5 = 4
jenis vibrasi
METODE PENELITIAN
BAB III.
A.
Tipe Penelitian
Tipe
penelitian dalam penulisan ini yaitu deskriptif kualitatif, analisis data dalam
penelitian kualitatif bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian lebih
menekankan pada makna dari pada generalisasi. Penelitian ini berupaya
mendeskripsikan sikap masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan
desa.
Pemilihan
metode ini dilakukan karena sesuai dengan jenis dan judul penelitian yang
dilakukan, yakni untuk mendeskripsikan sikap masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan
desa.
B. Fokus
Penelitian
Fokus penelitian
dimaksudkan untuk membatasi studi penelitian kualitatif, sekaligus membatasi
penelitian guna memilih data yang relevan dan data yang tidak relevan sehingga
tidak perlu dimasukan dalam penelitian (Maleong, 2004:24). Jadi fokus
penelitian memberikan batasan dalam studi dan batasan dalam pengumpulan data
sehingga dengan pembatasan ini peneliti akan fokus memahami masalah-masalah
yang jadi tujuan penelitan.
Dalam hal ini
variabel yang akan di teliti adalah mengenai kepemimpinan perempuan dan
menjadi fokus penelitiannya adalah:
1.
Pengetahuan
masyarakat terhadap gender.
2.
Persepsi
masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan.
3.
Sikap
masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan.
Pengetahuan masyarakat
terhadap gender adalah seberapa besar pengetahuan masyarakat setempat di lihat
dari tingkat pendidikan dalam mengartikan gender yaitu didalamnya terdapat
permasalahan hak antara laki-laki dan perempuan.
Persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan
maksudnya adalah bagaimana masyarakat setempat melihat kepemimpinan perempuan
dalam pemerintahan desa.
Sikap
masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan adalah respon atau tanggapan yang
diberikan masyarakat yang berupa penilaian negatif (menolak) atau positif
(menerima). Respon atau tanggapan yang diberikan masyarakat terkait dengan
kemampuan kepala desa perempuan dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan,
gaya kepemimpinan yang digunakan kepala desa perempuan, kesadaran gender dalam
masyarakat, serta nilai sosial budaya yang di yakini masyarakat.
C. Lokasi
Penelitian
Penetapan penelitian ditentukan secara purposive
atau berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan tujuan penelitian. Purposive
adalah lokasi penelitian di pilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
tertentu dan di ambil berdasarkan tujuan penelitian, (Masri Singarimbun dan
Effendi, 2000:169).
Penelitian ini dilakukan berdasarkan lokasi yang di pilih
sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui sikap politik masyarakat
terhadap kepemimpinan perempuan. Penulis menetapkan tempat penelitian pada Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman
Kabupaten Lampung Tengah yang kepala kampungnya adalah perempuan.
D. Jenis
Data
Jenis data pada pelaksanaan
penelitian ini dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.
Data Primer
Data primer dalam penelitian
ini adalah data yang diperoleh dari lapangan, baik melalui pengamatan secara
langsung atau mengajukan
pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Dalam hal ini, data
yang diperoleh merupakan hasil wawancara berdasarkan paduan wawancara serta
pengamatan langsung di lokasi penelitian.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperlukan dalam rangka
untuk melengkapi informasi dari data primer. Data sekunder dalam penelitian ini
diperoleh dari literature atau dokumen yang terkait dengan penelitian ini.
E. Sumber Informasi
Pada penelitian ini
yang menjadi sumber informasi adalah Masyarakat Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.
Informan di pilih secara sengaja dengan mempertimbangkan bahwa mereka dapat
memberikan informasi yang akurat tentang hal-hal yang ingin diketahui oleh
peneliti menyangkut obyek penelitian.
Adapun yang menjadi
sumber informasi dalam penelitian ini adalah:
1.
Kepala
Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah beserta perangkat kampung.
2.
Tokoh
adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah
3. Masyarakat
Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah. Masyarakat ini pertama yang penulis pilih adalah
tokoh adat kemudian penulis meminta petunjuk siapa yang bisa memberikan
informasi lebih lanjut yang berhubungan penelitian
penulis.
F. Teknik
Pengumpulan Data
Ada bermacam-macam cara pengumpulan data, sesuai dengan
jenis penelitian serta tersedianya waktu, biaya, dan tenaga. Berkaitan dengan
penelitian ini peneliti memerlukan data kualitatif. Penelitian ini melakukan
pengumpulan data menggunakan cara-cara sebagai berikut:
1.
Wawancara
Teknik ini
digunakan dengan cara melakukan tanya jawab atau percakapan langsung dengan
seluruh sumber informasi yang ada berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan
oleh peneliti sebagai panduan sumber data. Wawancara diartikan sebagai suatu
proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan tanya jawab tatap
muka secara langsung antara pewawancara dengan si penjawab atau responden
dengan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara (Interview Guide) (Moh.
Nazir, 2003:193).
2.
Observasi
Teknik ini
digunakan untuk mengamati objek penelitian langsung serta meninjau lokasi yang
menjadi objek penelitian, dalam teknik atau kegiatan ini dilakukan juga
kegiatan pencatatan dari berbagai hasil pengamatan, sikap masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan desa.
3.
Dokumentasi
Dokumentasi
adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek
penelitian, namun melalui dokumen. Yaitu
penggunaan bahan dokumenter yang diperoleh dari Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten
Lampung Tengah dan Data-data
lain yang berkaitan dengan penelitian.
G. Teknik
Pengolahan Data
Data yang
diperoleh dari lapangan, selanjutnya di olah melalui beberapa tahapan, yang
antara lain:
1.
Editing
Editing adalah
kegiatan memeriksa hasil wawancara yang telah dilakukan dengan masyarakat Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman
Kabupaten Lampung Tengah.
2. Interpretasi Data
Interprestasi data
yaitu memberikan penafsiran atau penjabaran atas hasil wawancara dengan
masyarakat Kampung Rama
Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.
H. Teknik
Analisis Data
Menurut Sofian
Effendi dan Chris Manning dalam Masri Singarimbun (1995:263), analisis data
adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah di baca dan
diinterpretasikan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif
dengan menggunakan tiga komponen analisis, seperti yang diungkapkan oleh
Mattehew B. Milles dan A. Michael Huberman (1992:45) yaitu:
1.
Reduksi
data
Data yang diperoleh
dilapangan dituangkan kedalam laporan
atau uraian yang lengkap dan terperinci. Reduksi data merupakan bentuk analisis
yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu dan
mengorganisasi sedemikian rupa, sehingga kesimpulan finalnya dapat di tarik dan
diverifikasikan.
2.
Penyajian
data
Penyajian data
adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya
penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
3.
Verifikasi
data
Penelitian ini
berusaha mencari arti, pola, tema, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin,
penjelasan akan sebab akibat dan sebagainya. Kesimpulan harus senantiasa di uji
selama penelitian berlangsung, dalam hal ini dilakukan dengan cara penambahan
data baru.
om� M) e � (�� ont class="Apple-style-span" color="#0000ff">7
3
-
-
1698
156
159
10
1
1738
163
62
10
1
(Sumber: Dokumentasi Kampung Rama Gunawan)
Dalam hal ini dapat kita jumpai kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan desa, pada Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah yang di pimpin oleh seorang kepala kampung perempuan yaitu Ni Made Winarti, S.E. Perempuan kelahiran Rama Dewa 5 juli 1971 yang bersuamikan I Gusti Made Budiasa ini menjabat sebagai kepala kampung tehitung sejak tahun 2008 hingga sekarang berdasarkan hasil Pemilihan Kepala Kampung.
Sehingga peneliti ingin mengetahui bagaimana tanggapan atau tanggapan masyarakat Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah dengan kepemimpinan Ibu Ni Made Winarti, S.E. Respon atau tanggapan yang diberikan masyarakat terkait dengan kemampuan kepala kampung perempuan dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan, gaya kepemimpinan yang digunakan kepala desa perempuan, kesadaran gender dalam masyarakat, serta nilai sosial budaya yang di yakini masyarakat. Oleh karena itu, hal ini di anggap menarik untuk di kaji menjadi sebuah penelitian bagi penulis.
B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang:
“Bagaimana sikap masyarakat terhadap kepemimpinan Kepala Kampung perempuan Di kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah?”
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat menyikapi kepemimpinan kepala kampung perempuan di Kampung Rama Gunawan Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.
D. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Akademis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang gender.
2. Kegunaan Praktis
Kegunaan praktis dari penelitian ini adalah diharapkan agar dapat digunakan sebagai:
1) Masukan untuk kepala kampung perempuan mengenai sikap masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan desa.
2) Masukan untuk masyarakat bagaimana sebaiknya melihat kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan desa.
Langganan:
Postingan (Atom)




