gaya belajar Anak


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sebagaimana kedudukanya bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia karena akal yang dimilikinya maka sesungguhnya tidak ada manusia dalam hal ini peserta didik yang bodoh karena semuanya mempunyai akal yang sama,Allah SWT berfirman:

ولقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
Artinya: Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk
(Qs. At-Tiin : 4 )
 kiranya berangkat dari sinilah kita harus memposisikan siwa sebagaimana adanya artinya bahwa setiap siswa mempunyai keunikan (baca kecerdasan) yang berbeda. Karena keunikan itu pulalah  maka gaya belajar setiap siswa pun berbeda.
Valentine Dmitriev, Ph.D mengatakn bahwa ada dua faktor dalam perkembangan otak manusia yang mnejadikan beberapa orang lebih pandai daripada yang lainya.yaitu keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan adlah warisan sehingga dia tidak berubah. Tetapi sangat banyak yang bisa dilakukan untuk menngoptimalkan faktor lingkungan untuk meningkatkan potensi seseorang.[1]
Kecerdasan  lebih dititikberatkan pada proses untuk mencapai kondisi akhir terbaik[2],dalm proses inilah di perlukan gaya belajar yang sesuai bagi setiap siswa.




[1] Sekolahnya manusia hal:73
[2] Munif  Chatib,sekolahnya manusia hal:77
A.    TUJUAN
Ada beberapa tujuan yang akan dan ningin dicapai setelah mengetahui gaya belajar yang sesuai pada setiap siswa diantaranya:
1.      Agar peserta didik mersa enjoy dalam menyerap pelajaran sehingga hasil yang dicapai optimal.
2.      Memahami karakteristik peserta didik akan memudahkan bagi pengajar (guru) untuk membimbing siswanya kearah perubahan yang lebih baik(prestasi).
3.      Pencapaian kondsisi akhir terbaik yang optimal
4.       Mengatasi keterbatasan belajar di dalam kelas
5.      Mengurangi frustrasi dan tingkat stres siswa
6.      Mengembangkan strategi belajar agar lebih efisien dan efektif

BAB II

PEMBAHASAN

 

I.                   PENGERTIAN GAYA BELAJAR
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara belajar dan berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
II.                MACAM-MACAM GAYA BELAJAR

Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristikan menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
a.       Auditory

Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan.
Allah SWT berfirman :
....وجعل لكم السََّمع ولأبصار ولأفئِدة لعلّكم تشكرون.
Artinya:
 “dan Dia memberimu pendengaran,penglihatan dan hati agar kamu     bersyukur”(Qs.An-Nahl:78)     
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
§  Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
§  Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
§  Suka berbicara.
§  Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik.
§  Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
§  Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
§  Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.
Strategi untuk mempermudah belajar anak auditory
                        -ajak berpartisipasi dalam diskusi
                          -dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras
                          -gunakan music untuk mengajar anak
                          -diskusikan pelajaran /ide dengan anak secara verbal
                          -merekam pelajaran ke dalam kaset dan mendengarkanya sebelum tidur.

b.      Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Di dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bagaimana penglihatan (visual) sebagai sarana untuk berpikir.
“…dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia,sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir”.(Qs.An-Nahl:69)
Beberapa karakteristik Visual adalah :
§  Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
§  Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
§  Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
§  Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
§  Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
§  Biasanya orang yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual
                                    -gunakan materi visual(gambar,diagram,peta)
                                    -gunakan warna untuk menandai hal-hal penting
                                    -ajak membaca buku-buku berilustrasi
                                    -gunakan multimedia(computer,video,dll)
                                    -ajak untuk mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar
b.      Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan.
Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk membaca dan hal ini adalah perintah ( wahyu) yang pertama di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
إقرأ باسم ربك الذي خلق
Artinya :” Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan”.(QS.Al-‘Alaq:1)

Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
§  Suka membaca dan membuat catatan
§  Huruf-huruf indah dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
§  Mudah mengingat apa yang mereka baca atau tuliskan

b.      Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, semisal bekerja di lab atau belajar yang membolehkannya bermain. Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya.
Beberapa karakteristiknya adalah
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
§  Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
§  Sulit untuk berdiam diri
§  Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan
§  Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik
§  Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
§  Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit
 
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik
            -jangan paksa duduk belajar berjam-jam
            -ajak belajar sambil mengeksplorasi lingkungan
            -Biarkan ia belajar sambil mendengarkan musik
Disamping keempat gaya belajar diatas sesungguhnya menghafal adalah gaya paling baik untuk mengingat pelajaran,karenademikianlah yang dilakukan para ulama-ulama terdahulu,tentunya hal itu diiringi pua oleh niat yang ikhlas untuk belajar.
1.      Imam Syafii
Saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al Muwatha’ karangan imam malik yang berisikan 1.720 hadis pilihan juga dihafalnya di luar kepala.
2.      Imam Nawawi
Selama 2 tahun penuh ia tidak merebahkan badannya ke bumi, melainkan tidur bersandar pada bukunya, selalu sibuk belajar, memperbanyak ibadah seperti shalat malam, puasa setahun penuh, disertai sifat zuhud dan wara'.

 
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Segala upaya yang telah digunakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan potensi peserta didik, hendaklah didasari oleh niat ikhlas ,sehinga nantinya perkembangan kecerdasan peserta didik tersebut adalah kecerdasan yang bermanfaat.
Dari uraian materi terdahulu dapat disimpulkan bahwa:
1.    Gaya belajar setiap orang berbeda –beda yaitu: auditory, visual ,reading dan kinesthetic.
2.    Pada masing-masing gaya belajar memiliki karakteristik tersendiri
3.    Mengenali gaya belajar sejak dini dapat memudahkan pengajar (guru) dalam mengarahkan peserta didik dalam melejitkan potensinya.

B.    Saran
Adanya konsep multiple intelligences sangat membantu dalam mengatasi berbagai persoalan pengajaran , harapan kita semua tentunya penerapn system sekolah dengan menggunakan multiple intelligences di Indonesia dapat dirasakan oleh semua kalangan tentunya hal itu dapat segera terwujud apabila adanya keikutsertaan pemerintah dalam upaya pemerataanya. MI sendiri tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman sehingga apabila niali keislaman diselaraskan dengan system ini insa Allah akan menghasilkan manusia –manusia cerdas yang bertaqwa.wallahu a’lam.
   

Dampak perkembangan teknologi (Iptek)


Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak bertanggung jawaab.
Berbicara tentang dampak dari perkembangan IPTEK, maka kita akan dihadapka pada berbagai bidang, bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini peyang dapat dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK, seperti yang kita lihat sekarang ini, semua orang dalam kehidupannya sehari-hari hampir tidak bisa lepas dari teknologi, seorang dosen kalau pergi ke kampus tidak lupa membawa, laptop dan LCD, setiap orang selalu berdampingan dengan HP, saat jam istirahat di rumah, selalu ditemani dengan tayangan Televisi, dan lain sebagainya, kesemuanya itu hanya sebagian kecil dari pengaruh perkembangan yang ditimbulkan oleh IPTEK.
Sebagai contoh PSS saat ini mengidentifikasi bahwa penyalahgunaan senjata nuklir, kimia, biologi dan radiologi serta WMO lain merupakan merupakan salah satu klaster ancaman bersama bagi umat manusia. Padahal hal tersebut merupakan hasil pemikiran manusia yang genius. Apalagi kalau perkembangan tersebut bersinergi negative dengan bahaya terhadap keamanan lain, baik yang bersifat simetrik seperti antar Negara maupun bahaya asimetrik seperti terorisme dan kejahatan transnasional terorganisasi yang disponsori oleh “nonstate actors”. Hal tersebut tidak hanya membahayakan Negara sebagai kesatuan (statecentric), tetapi juga membahayakan keamanan manusia (human security). (Sofyan Sauri, 2009).
Dengan adanya perkembangan IPTEK manusia medapatkan berbagai kemudahan dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Bahkan saat sekarang ini hampir setiap orang itu tidak bisa terpisah dari adanya teknologi, setiap orang memanfaatkan alat komunikasi langsung jarak jauh seperti HP untuk berhubungan dengan orang lain yang berjauhan. Orang kalau ingin bepergian ke luar negeri tidak lagi memerlukan waktu yang lama, karena mereka tinggal naik pesawat terbang, dengan beberapa menit saja mereka sudah sampai di tempat tujuan yang dituju, selain itu berbagai kegiatan yang pada awalnya dilakukan dengan menggunakan banyak tenaga
manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya perkembangan IPTEK semuanya itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat daripada menggunakan tenaga manusia secara manual.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK, manusia sangat banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga harus sadar akan adanya berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan oleh adanya perkembangan IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan bagi manusia itu sendiri.
Diantara bidang yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK adalah: bidang pendidikan, bidang informasi dan komunikasi, bidang ekonomi dan industri, dan bidang politik. Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai dampak perkembangan IPTEK tersebut, berikut akan dijelaskan mengenai dampak IPTEK tersebu.
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu: Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan) Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa
harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau computer. (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Robin Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa: (1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat musik, (5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar.
Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan

editan bang yudi













DEWA AMOER STUDIO

 
(CONTOH FOTO AKAD NIKAH)
 SUNGKEMAN
 (CONTOH FOTO AKAD NIKAH)
 (CONTOH FOTO AKAD NIKAH)
 PASANG CINCIN

 PRA WEDDING
  PRA WEDDING
  PRA WEDDING
 PELAMINAN ADAT PALEMBANG


SEKILAS PENGETAHUAN TENTANG STROKE






PENDAHULUAN

Masalah kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama, kesehatan merupakan salah satu bagian pokok dan esensial dari kualitas hidup yang tercermin pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
Sehat adalah suatu kondisi yang tidak saja bebas dari penyakit, namun juga sehat secara mental dan sosial. Sehat juga merupakan salah satu unsur hak azasi manusia.
Berdasarkan data dilapangan, angka kejadian stroke meningkat secara deramatis seiring usia. Setiap penambahan usia 10 tahun sejak usia 35 tahun, risiko stroke meningkat dua kali lipat. Sekitar lima persen orang berusia di atas 65 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali stroke.
Berdasarkan data prevalensi hipertensi sebagai faktor risiko utama yang makin meningkat di Indonesia adalah sekitar 95%, maka para ahli epidemiologi meramalkan bahwa saat ini dan masa yang akan datang sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berumur diatas 35 tahun mempunyai potensi terkena serangan stroke.
Oleh sebab itu, upaya yang komprehensif untuk mengendalikan faktor risiko stroke di masyarakat perlu digalakkan di Indonesia, agar individu yang produktif akan dapat diselamatkan dari serangan stroke apabila dilakukan usaha primer yaitu dengan pengendalian faktor-faktor risiko stroke.


APA ITU STROKE ?

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak, sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat.


GEJALA DAN TANDA STROKE

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf pusat yang berkembang sangat cepat baik menit maupun jam dengan perburukan ringan sampai berat kemudian menetap atau bahkan membaik secara cepat atau perlahan-lahan tergantung tingkat keparahan stroke dan cepat serta tepatnya intervensi pengobatan. Karena setiap bagian otak memiliki fungsi-fungsi tertentu, maka gejala dan tanda stroke pada setiap individu sangat bervariasi, tergantung pembuluh darah mana yang terkena dan bagian otak mana yang terganggu.





BEBERAPA  GEJALA  STROKE  YANG  LAZIM  DIJUMPAI  :

     • Kelemahan/kelumpuhan wajah dan/atau anggota badan satu sisi atau dua sisi.
     • Rasa baal pada wajah dan/atau anggota badan satu sisi atau dua sisi.
     • Gangguan bicara : pelo (disartria), gangguan bahasa reseptif/ekspresif (disfasia) atau  
        keduanya.
     • Gangguan daya ingat/memori baru (amnesia)
     • Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang.
     • Gangguan penglihatan : dobel/kabur pada satu atau dua mata
     • Gangguan keseimbangan : vertigo, sempoyongan (ataksia).
     • Gangguan menelan cairan dan/ atau makanan padat (disfagia).
     • Nyeri kepala dan/atau disertai penurunan kesadaran somnolen sampai koma (perdarahan
        otak).
     • Mendadak lemas seluruh badan dan terkulai tanpa hilang kesadaran (drop attack) atau
        disertai hilang kesadaran sejenak (sinkop).


JENIS-JENIS STROKE

Secara praktis, stroke dapat dibagi menjadi dua macam :

1. Stroke sumbatan (iskemik) yang dapat disebabkan oleh sumbatan setempat pada suatu    
    pembuluh darah tertentu di otak yang sebelumnya sudah mengalami proses aterosklerosis
    (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang dipercepat oleh  
    berbagai factor risiko, sehingga terjadi penebalan kedalam lumen pembuluh tersebut yang
    akhirnya dapat menyumbat sebagian atau seluruh lumen (trombosis). Sumbatan juga dapat
    disebabkan oleh thrombus atau bekuan darah yang berasal dari lokasi lain misalnya plak
    didinding pembuluh darah leher yang besar atau dari jantung (emboli)

2. Stroke pendarahan (hemoragik) yang disebabkan oleh pecahnya cabang pembuluh darah  
    tertentu di otak akibat dari kerapuhan dindingnya yang sudah berlangsung lama (proses
    aterosklerosis/penuaan pembuluh darah) yang dipercepat oleh berbagai faktor.


APAKAH FAKTOR RISIKO STROKE ?

Faktor risiko stroke adalah kondisi atau penyakit atau kelainan yang terdapat pada seseorang yang memiliki potensi untuk memudahkan orang tersebut mengalami serangan stroke pada suatu saat.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO SANGAT BANYAK DAN INDIVIDUAL.

1. Faktor risiko yang tidak dapat diobati diantaranya :
         • Usia
         • Jenis kelamin
         • Ras
         • Genetik

2. Faktor risiko yang dapat diubah/diobati/dikendalikan/diperkecil diantaranya :
         • Hipertensi
         • Diabetes mellitus
         • Penyakit jantung (katup/otot/irama)
         • Riwayat TIA / stroke sebelumnya
         • Merokok
         • Kolesterol tinggi
         • Darah kental
         • Obesitas
         • Obat-obatan (kokain, amfetamin, extasy, heroin, pil yang mengandung hormon estrogen   
            tinggi)
         • Diduga beberapa macam over the counter drugs yang mengandung fenilpropanolamin,
           efedrin dosis tinggi)
         • Kurang berolah raga.
         • Pola hidup atau pola makan berlebihan
         • Stress yang berkepanjangan
Orang-orang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko tersebut di atas termasuk stroke prone person yaitu memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mendapat serangan stroke dari pada orang normal pada suatu saat selama perjalanan hidupnya bila tidak dikendalikan.


CARA PENCEGAHAN STROKE

Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan :
     • Mengendalikan faktor-faktor risiko antara lain: hipertensi, diabetes mellitus, penyakit  
        jantung, kolesterol tinggi, obesitas, stop merokok dan lain-lain.
     • Menjalani cara hidup yang bebas risiko terkena serangan stroke : menghindari pola makan  
        berlebihan dan tinggi lemak atau tinggi garam, olah raga teratur, hindari obesitas, hindari
        stress, laksanakan ajaran agama dengan benar.


APAKAH STROKE DAPAT DIOBATI

Stroke dapat diobati, dengan konsep terapi stroke mutakhir.
Penderita stroke akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya stroke yang bukan pendarahan.
Berdasarkan data dari hasil penelitian menunjukan bahwa penderita yang dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan stroke, penyembuhannya lebih baik dibandingkan dengan penderita yang datang dalam waktu lebih dari 12 jam setelah serangan.
Dibeberapa rumah sakit telah berdiri unit stroke untuk memberikan pelayanan khusus yang berkualitas bagi penderita stroke dengan melibatkan multi disipliner dari berbagai bidang kedokteran dan tenaga kesehatan dan pemberian edukasi kepada pasien.
BAGAIMANA DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL DARI STROKE

Stroke menimbulkan dampak yang sangat besar dari segi ekonomi dan sosial karena biaya pengobatan dan perawatan sangat tinggi, disamping itu stroke juga menimbulkan dampak sosial akibat dari gejala sisa sehingga penderita tidak dapat lagi bekerja kembali seperti sediakala dan sosialisasinya dapat juga terhambat. Penderita pasca stroke dengan gejala sisa permanen dapat menjadi beban ekonomi bagi keluarganya dan beban sosial bagi masyarakatnya karena tidak produktif lagi. Oleh karena itu, pencegahan stroke dengan paradigma sehat merupakan upaya terbaik dan harus menjadi salah satu program prioritas dalam kampanye penanggulangan stroke.


GOLDEN PERIODE/JENDELA EMAS

Golden periode atau jendela emas adalah waktu yang amat berharga bagi seseorang ketika terkena stroke awal untuk segera mendapat pertolongan oleh rumah sakit yang terdekat dan mempunyai fasilitas penanganan stroke.
Waktu yang dimiliki oleh seseorang ketika terjadi stroke adalah 3-6 jam untuk segera mendapat pertolongan yang tepat di Rumah Sakit. Lebih dari jam yang tersebut diatas pasien yang terkena stroke akan dapat mengalami kecacatan yang berat, karena berat ringannya kecacatan yang ditimbulkan akibat stroke ditentukan dengan penanganan awal yang tepat dengan memanfaatkan jendela emas tersebut, disamping itu juga tergantung kepada jenis stroke yang ada pada seseorang.
Memanfaatkan waktu golden periode bagi seseorang ketika terjadi serangan stroke awal sangatlah penting, alasannya adalah apabila ketika terjadi stroke, otak perlu segera mendapat pertolongan oleh rumah sakit dan dokter yang tepat, namun jika kita melalaikan masa golden periode tersebut dengan begitu saja, itu berarti kita mensia-siakan harapan hidup kita yang seharusnya dapat diselamatkan oleh karena kerusakan pada pembuluh darah di otak kita makin meluas dan makin parah.
Oleh sebab itu jangan mensia-siakan hidup kita dengan melewati masa golden periode jika terkena stroke.


STRATEGI PENANGGULANGAN STROKE

Sekurang-kurangnya ada 5 komponen dalam strategi penanggulangan stroke (Warlow,1996, pokdi serebrovaskuler & Neurogeriatri,2000) (Gambar 1). Kelima komponen tersebut adalah :
1. Promotif. Upaya ini bertujuan untuk menurunkan angka kejadian stroke dengan mencegah
    peningkatan faktor risiko stroke di masyarakat. Termasuk upaya ini adalah kampanye atau
    penyuluhan tentang gaya hidup sehat agar terhindar dari berbagai faktor risiko, seperti
    merokok, minum alkohol, inaktivitas, dan obesitas.